• Photobucket

JUAL PUPUK DOLOMIT NONSUBSIDI

Kamis, 08 November 2018

Kami CV. DIANAGUS sebagai Distributor Pupuk Menyediakan bermacam-macam Pupuk Nonsubsidi Sbb

- Pupuk Dolomit Nonsubsidi

Kami sertakan juga manfaat dan kegunaan Pupuk DOLOMIT


Sebelum melakukan pengapuran sebaiknya kita lakukan terlebih dahulu pengukuran terhadap keasaman tanah yang kita budidayakan, pengukuran ini bisa dilakukan dengan kertas lakmus, soil tester, ataupun pH tester, namun alat yang terahir ini adalah alat yang paling sering digunakan, karena alat ini termasuk alat yang sederhana dan cukup murah harganya, hanya beberapa puluh ribu saja.

Pengertian Asam dan Basa

Keasaman tanah adalah kepekatan ion hidrogen yan berada dalam tanah. Bila kepekatan ion hidrogen dalam tanah tinggi, maka tanah tersebut disebut asam, bila kepekatan ion hidrogen terlalu rendah maka tanah tersebut dalam kondisi basa. Dalam kondisi ini ion OH- lebih tinggi daripada H+. SEbenarnya kau di bahas lebih dalam rasanya tak cukup tempat untuk menjelaskannya, namun secara sederhana angka pH berkisar antara 1 sampai 14.untuk angka 1 tanah pada, tanah pada kepekatan ini sangat asam, sementara untuk angka 14 menandakan kalau tanah dalam keadaan sangt basa. Diantara kisaran1 samapi 14 tersebut ada reaksi yang bersifat netral atau normal, nilai pH tersebut adalah 7. Oleh karena angka 7 ini disebut netral, maka semakin kurang dari 7 semakin asam, dan semakin lebih dari 7 dikategorikan semakin basa.

STOK   : 123
HARGA  : 345

  • NAMA       : CV.DIANAGUS   "DIAN"
  • STATUS    : Distributor
  • ALAMAT    : JL. BABADAN RUKUN VI /11
  • KOTA       : SURABAYA
  • TELP/ HP  : 08123146915
  • EMAIL*     : jayasakti053@gmail.com
  • WEBSITE *:

JUAL PUPUK ORGANIK GRANUL n REMAH

Kami CV. DIANAGUS sebagai distributor Pupuk menyediakan bermacam-macam Pupuk Organik sbb

- Pupuk Organik Grand Tomic
- Pupuk Organik Kompos


Kami sertakan juga manfaat dan kegunaan dari pupuk organik


Manfaat Pupuk Organik

Sangat jarang dan mungkin sangat sedikit petani yang menyadari bahwa tumbuhan memerlukan bahan organik untuk kelangsungan hidupnya. Tidak sedikit petani yang beranggapan bahwa bila menggunakan pupuk kimia yang banyak maka akan memperoleh hasil yang sangat banyak pula.

Pada saat ini banyak sekali para pelaku (petani) yang menggunakan bahan kimia untuk pemupukannya, dan mempunyai kecendrungan akan semakin banyak memberi pupuk kimianya, dikarenakan hasil yang diharapkan tinggi akan tetapi dari waktu kewaktu bukannya meningkat malah semakin menurun.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian, menunjukkan data yang sangat mengerikan terhadap lahan pertanian kita, banyak lahan dinegara Indonesia memiliki kadar bahan organok yang kurang dari 1 %. Sedangkan dari berbagai pengalaman dan penelitian para ahli menyatakan kadar bahan organik yang tinggi dalam tanah akan sangat membantu memaksimalkan hasil yang didapat pelaku usaha (petani).

Sedikit sejarah Indonesia tentang kebutuhan Pupuk

Sebelum masa kemerdekaan Indonesia, para petani sangat senang menggunakan pupuk organik dalam melakukan budidaya pertanian dibandingkan dengan pupuk Anorganik (Kimia).

Namun fakta menjadi terbalik ketika pada tahun 1960-an petani  mulai banyak menggunakan bahan kimia dalam melakukan budidaya petanian, yang lebih mengkhawatirkan  lagi peran dari pupuk organik menjadi dianggap tidak ada peran dalam budidaya pertanian sehingga banyak petani yang mengabaikannya.

Produksi pupuk Kimia pun dari waktu kewaktu semakin berkembang sangat pesat, sehingga bila di hitung secara harga, maka pupuk anorganik (kimia) menjadi sangat lebih murah dibandingkan dengan pupuk organik.

Dan didukung dengan di temukannya banyak varietas-varietas unggul yang dari berbagai penelitian lebih banyak yang cocok dan baik bila menggunakan pupuk anorganik (kimia). Sehingga mengakibatkan banyak kenyataanya ditemukan lahan pertanian yang terdegradasi, sehingga mengakibatkan merosotnya kadar dari bahan organik dari lahan pertanian.

Solusi Mengatasi Kemunduran Bahan Organik di Lahan Pertanian

Fakta di kemukanan oleh banyak para ahli  yang menyatakan bahwa lahan pertanian sebenarnya membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan dari pupuk buatan atau pupuk kimia. Pupuk Organik juga sangat bermanfaat sebagai soil ameliorant atau memperbaiki kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian.

Penggunaan Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan salah satu pupuk organik yang diperoleh dan didapat di lahan pertanian dengan biaya sangat murah dan  mudah.

Sumber dari pupuk hijau dapat diambil dan di peroleh dari tumbuhan atau tanaman yang tidak bermanfaat (yang biasanya dibakar oleh petani). Selain itu juga dapat diperoleh dari sisa-s9sa tanaman yang merupakan sisa dari panen.

Cara paling mudah pengolahan dari pupuk hijau adalah dengan cara membenamkan bahan baku atau dengan cara dilakukan dikomposkan untuk hasil yang lebih cepat.

Manfaat Pupuk Organik  (Pupuk Hijau)
• Manfaat yang akan dirasakan oleh petani adalah meningkatnya produktivitas dari lahan pertanian. Karena dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dengan sendirinya akan memperbaiki sifat, kimia dan biologi tadi tanah atau lahan pertanian.
• Manfaat lain yang dirasakan yaitu semakin mudahnya melakukan pengolahan lahan karena tanah semakin baik
• Harga pupuk organik lebih murah dan sangat mudah didapat dari alam
• Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia
• Pupuk organik akan memberikan kehidupan badi mikroorganisme tanah
• Kelebihan lain dari pupuk organik yaitu mempunyai kemampuan dalam memobilisasi atau menjembatani hara yang ada di tanah sehingga akan membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh tanaman
• Mempunyai kemampuan dalam melepas hara tanah dengan sangat perlahan dan terus menerus, seihngga akan membantu mencegah terjadinya kelebihan suplai hara yang membuat tanaman keracuanan
• Mampu menjaga kelembaban dari tanah, sehingga akan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada tanaman
• Mampu membantu mencegah erosi lapisan atas tanah
• Mampu menjaga dan merawat tingkat kesuburan tanah

STOK   : 123
HARGA  : 345

  • NAMA       : CV.DIANAGUS   "DIAN"
  • STATUS    : Distributor
  • ALAMAT    : JL, BABADAN RUKUN VI /11
  • KOTA       : SURABAYA
  • TELP/ HP  : 08123146915
  • EMAIL*     : jayasakti053@gmail.com
  • WEBSITE *:

JUAL PUPUK TSP NONSUBSIDI

Kami CV. DIANAGUS sebagai Distributor Pupuk menyediakan bermacam-macam Pupuk Nonsubsidi Sbb :

- Pupuk TSP PETRO
- Pupuk TSP Daun Sawit

Kami sertakan kegunaan dan manfaat dari Pupuk TSP

Fungsi Pupuk TSP, SP 36 dan SP 18 Pada Tanaman
Pupuk dan Pemupukan – Tanaman sedikitnya membutuhkan 16 jenis unsur hara untuk kelangsungan hidupnya. Salah satu diantaranya adalah fosfor. Unsur fosfor (P) berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena fosfor termasuk unsur hara makro esensial. Konsentrasi fosfor (P) pada tanaman umumnya antara 0,1% – 0,4%. Unsur P terdapat diseluruh sel hidup tanaman yang menyusun jaringan tanaman seperti fitin, asam nukleat dan fosfolipida. Beberpa pupuk yang mengandung unsur fosfor (P) antar lain pupuk TSP (kandungan fosfor 46%), pupuk SP 36 (kandungan fosfor 36%), pupuk SP 18 (kandungan fosfor 18%) dan pupuk alam rock phospate.
Peran Unsur Fosfor (P) Pada Tanaman
Meskipun unsur fosfor (P) termasuk unsur hara makro yang sangat berperan penting bagi pertumbuhan dan perkambangan tanaman, namun kandungannya didalam tanaman lebih rendah dibanding Ca (Kalsium), N (Nitrogen) dan K (Kalium). Tanaman menyerap P dari tanah dalam bentuk ion fosfat, terutama H2PO4- dan HPO42- yang terdapat dalam larutan tanah. Ion H2PO4- lebih banyak dijumpai pada tanah yang lebih masam, sedangkan pada pH yang lebih tinggi (< 7) bentuk HPO42- lebih dominan. Disamping ion-ion tersebut, tanaman dapat menyerap P dalam bentuk fosfohumat, asam nukleat dan fitin. Pergerakan ion fosfat pada umumnya disebabkan oleh proses difusi, tetapi jika kandungan P larutan tanah cukup tinggi, maka proses aliran massa dapat berperanan dalam transportasi tersebut. Ion yang sudah berada di permukaan akar akan menuju rongga luar akar (outer space) melalui proses diifusi sederhana, jerapan pertukaran, dan kegiatan bahan pembawa (carrier). Selanjutnya ion memasuki rongga dalam akar (inter space) dengan melibatkan energi metabolisme, yang dikenal sebagai serapan aktif. Pada tanah masam, P bersenyawa dalam bentuk-bentuk Al-P, Fe-P dan Occluded-P, sedangkan pada tanah bereaksi basa, pada umumnya P bersenyawa sebagai Ca-P. adanya pengikatan-pengikatan P tersebut menyebabkan pupuk P yang diberikan menjadi tidak efisien, sehingga perlu diberikan dalam takaran yang tinggi. Menurut Jones (1982) tanaman memanfaatkan P hanya sebesar 10-30% dari pupuk P yang diberikan, berarti 70-90% pupuk P tetap berada di dalam tanah.


Di alam unsur P umumnya berbentuk fosfat. Fosfat yang diserap tanaman tidak direduksi, melainkan berada di dalam senyawa-senyawa organik dan anorganik dalam bentuk teroksidasi. Fosfor anorganik banyak terdapat di dalam cairan sel sebagai komponen sistem penyangga tanaman. Dalam bentuk organik, P terdapat sebagai : fosfolipid, yang merupakan komponen membran sitoplasma dan kloroplas; fitin, yang merupakan simpanan fosfat dalam biji; gula fosfat, yang merupakan senyawa antara dalam berbagai proses metabolisme tanaman; nukleoprotein, komponen utama DNA dan RNA inti sel; ATP, ADP, AMP, dan senyawa sejenis, sebagai senyawa berenergi tinggi untuk metabolisme; NAD dan NADP, merupakan koenzim penting dalam proses reduksi dan okssidasi; dan FAD dan berbagai senyawa lain, yang berfungsi sebagai pelengkap enzim tanaman. Fosfor dalam tanah dibedakan dalam dua bentuk, yaitu P-organik dan P-anorganik. Kandungannya sangat bervariasi tergantung pada jenis tanah, tetapi pada umumnya rendah. Fosfor organik di dalam tanah terdapat sekitar 50 % dari P total tanah dan bervariasi sekitar 15-80% pada kebanyakan tanah. Bentuk-bentuk fosfat ini berasal dari sisa tanaman, hewan, dan mikroba. Fosfor dalam tanah dan penyerapannya oleh tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, keadaan iklim dan kemampuan tanaman untuk menyerap hara dari tanah. Fosfor dan Nitrogen merupakan unsur yang harus disediakan pada tahap-tahap awal pertumbuhan untuk memastikan pertumbuhan vegetatif yang baik. Didalam jaringan tanaman P berperan dalam hampir semua proses reaksi biokimia. Peran P yang istimewa adalah proses penangkapan energi cahaya matahari dan kemudian mengubahnya menjadi energi biokimia. P merupakan komponen penyusun membran sel tanaman, penyusun enzim-enzim, penyusun co-enzim, nukleotida (bahan penyusun asam nukleat), P juga ambil bagian dalam sintesis protein, terutama yang terdapat pada jaringan hijau, sintesis karbohidrat, memacu pembentukan bunga dan biji serta menentukan kemampuan berkecambah biji yang dijadikan benih.


Soepardi (1983) mengemukakan peranan P antara lain penting untuk pertumbuhan sel, pembentukan akar halus dan rambut akar, memperkuat jerami agar tanaman tidak mudah rebah, memperbaiki kualitas tanaman, pembentukan bunga, buah, dan biji, serta memperkuat daya tahan terhadap penyakit. Fosfor juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga dan buah. Struktur perakaran yg sempurna memberikan daya serap nutrisi yang lebih baik. Pada proses pembungaan kebutuhan fosfor akan meningkat drastis karena kebutuhan energi meningkat dan fosfor adalah komponen penyusun enzym dan ATP yang berguna dalam proses tranfer energi. Produksi buah yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh ketersediaan unsur fosfor dalam tanaman. Fosfor berperan dalam pemecahan karbohidrat untuk energi, penyimpanan dan peredarannya ke seluruh tanaman dalam bentuk ADP dan ATP (Leiwakabessy dan Sutandi, 2004). Fosfor diserap dalam bentuk ion hidrogen fosfat H2PO4- (Epstein, 1972). Jenis spesies tanaman dan faktor genetiknya merupakan faktor penting yang mempengaruhi dinamika fosfor dan efesiensi pemupukan fosfor dalam tanah (Nagar, 2002). Kekurangan P pada tanaman akan mengakibatkan berbagai hambatan metabolisme, diantaranya dalam proses sintesis protein yang menyebabkan terjadinya akumulasi karbohidrat dan ikatan-ikatan nitrogen. Kekurangan P tanaman dapat diamati secara visual, yaitu daun-daun yang tua akan berwarna keunguan atau kemerahan karena terbentuknya pigmen antisianin. Pigmen ini terbentuk karena akumulasi gula di dalam daun sebagai akibat terhambatnya sintesis protein. Gejala lain adalah nekrosis (kematian jaringan) pada pinggir atau helai dan tangkai daun, diikuti melemahnya batang dan akar tanaman. Tepi daun cokelat, tulang daun muda berwarna hijau gelap, hangus, pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan akhirnya rontok.Kekurangan unsur fosfor juga dapat menyebabkan terhalangnya pertumbuhan serta proses biokimia dan fisiologi tanaman.


Leiwakabessy dan Sutandi (2004) menyatakan bahwa mobilitas ion-ion fosfat sangat rendah karena retensinya dalam tanah sangat tinggi. Oleh karena itu kemampuan fosfor menjadi bentuk yang tersedia bagi tanaman yang berasal dari pertambahan pupuk P sangat rendah, yakni antara 10-30%. Sisanya 70-90% tertinggal dalam bentuk tak larut atau hilang karena erosi. Poerwanto (2003) menyatakan bahwa fungsi fosfor sebagai penyusun karbohidrat dan penyusun asam amino yang merupakan faktor internal yang mempengaruhi induksi pembungaan. Kekurangan karbohidrat pada tanaman dapat menghambat pembentukan bunga dan buah. Indranada (1986) manyatakan penyediaan fosfor yang tidak memadai akan menyebabkan laju respirasi menurun. Bila respirasi terhambat, pigmen ungu (antosianin) berkembang dan memberi ciri defisiensi fosfor. Penelitian Mualim (2009) menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan antosianin kolesom. Demikian juga pada beberapa penelitian dilaporkan bahwa unsur N dan atau P yang terbatas diketahui dapat menginduksi akumulasi antosianin. Kadarwati dalam Machfud et al.(1998) menyatakan penambahan pupuk fosfor pada lahan yang mengandung fosfor tinggi sampai sangat tinggi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan komponen hasil kapas. Hal ini bertentangan dengan peran fosfor dalam transfer energi melalui ATP atau ADP untuk pembentukan sukrosa, tepung dan protein sehingga mampu meningkatkan hasil tanaman. Secara umum fungsi unsur hara fosfor (P) bagi tanaman adalah sebagai berikut :
1. Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
2. Merangsang pembungaan dan pembuahan
3. Merangsang pembentukan biji
4. Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
5. Memperkuat batang dan memicu perkembangan akar
6. Mempercepat pematangan buah
7. Memperbaiki kualitas tanaman
Demikian sedikit tentang unsur hara fosfor dan fungsinya. Semoga bermanfaat

STOK   : 123
HARGA  : 345

  • NAMA       : CV.DIANAGUS   "DIAN"
  • STATUS    : Distributor
  • ALAMAT    : JL. BABADAN RUKUN VI /11
  • KOTA       : SURABAYA
  • TELP/ HP  : 08123146915
  • EMAIL*     : jayasakti053@gmail.com
  • WEBSITE *: